Monday, October 19, 2015


Orang Introvert Bertanya (8): Sekadar Hobi atau Ide Bisnis Yang Bisa Diwujudkan?


Mari kita lanjutkan pembahasan kita tentang manfaat bertanya dalam kehidupan, khususnya saat harus memilih profesi. Blog sebelumnya sudah membahas tentang profesi bisnis apakah cocok untuk orang introvert? Caranya adalah dengan mengajukan pertanyaan yang sangat mendasar yaitu:

  • Apakah saya memiliki jiwa maupun mental seorang pengusaha?
  • Bidang usaha apa yang sesuai dengan tipe kepribadian orang introvert?

Sekarang kita lanjutkan seandainya 2 pertanyaan tersebut sudah bisa kita jawab dengan 'yes', dan kita juga sudah menemukan ide tentang bidang usaha yang sesuai dengan minat maupun kepribadian kita, maka saatnya mengajukan pertanyaan lagi:

  • Apakah ide ini bisa diwujudkan atau sekadar hobi?

Mengajukan pertanyaan ini dan menjawabnya dengan jujur  sangat penting untuk menghindarkan risiko kerugian waktu, jerih payah, maupun finansial. Karena ide biasanya muncul dari pengamatan atau pengalaman pribadi saat menjumpai suatu masalah. Atau dari hobi khusus yang sekilas ternyata belum ada atau sedikit sekali orang menjadikannya sebagai lahan bisnis. Ambil contoh hobi mengoleksi novel karya Charles Dickens, bagi penggemar beratnya mereka akan bisa bercerita tentang akeindahan dan kedalaman karya-karya Dickens. Dan, aha, belum ada toko buku yang khusus menjual karya Dickens.

Akan tetapi jika hobi ini langsung dijadikan ide bisnis belum tentu berhasil. Masalahnya kita belum tahu ada berapa dan di mana komunitas pencinta novel Dickens? Seandainya kita sudah bisa 'melokalisir' komunitas tersebut kita juga belum tahu bagaimana kebiasaan mereka dalam mendapatkan buku karya Dickens. Atau seandainya kita sudah tahu bahwa ternyata komunitas Dickens ini mendapatkan buku favoritnya secara daring maupun toko buku terbesar di kota kita, lalu bagaiman kita bisa bersaing menarik minat mereka?

Dari rangkaian pertanyaan ini kita akan mendapatkan peta jalan yang akan memperbesar peluang keberhasilan kita. Dan untuk mengetahui apakah ini ide bisnis atau sekadar hobi, satu-satunya cara adalah terus bertanya, kemudian dapatkan umpan balik sebanyak mungkin atau kalau perlu pelajari studi maupun riset yang relevan.

Tidak perlu khawatir kalau kita bertanya mengenai ide bisnis kita yang kita anggap unik kemudian malah akan dijiplak orang lain. Risiko ini ada, tapi lebih kecil dampaknya daripada risiko tidak mendapatkan umpan balik atau studi yang mendasari ide tersebut. Inilah sebabnya kenapa statistik keberhasilan usaha baru kecil sekali hanya 5%. Dan kita tahu peluang ini bisa ditingkatkan bila kita mau bertanya dan menjawabnya dengan jujur, serta mendapatkannya dari berbagai sumber.

Jadi sekali lagi mari kita asah keterampilan bertanya kita yang merupakan salah satu kekuatan alami orang introvert untuk membantu mengambil keputusan yang benar dalam hidup ini.

Sunday, October 18, 2015


  Orang Introvert Bertanya (7): Membantu Memilih Profesi Yang Sesuai

Setelah membahas teknik bertanya, sekarang akan kita bahas manfaat bertanya dalam kehidupan kita. Saya mulai dengan soal memilih profesi, khususnya bagi orang introvert. Dan saya akan menggunakan buku James Caan, Start Your Business in 7 Days, sebagai rujukan.

Buku ini saya gunakan sebagai rujukan karena isi buku secara singkat adalah kalau kita ingin berbisnis, maka jawab dulu 7 pertanyaan yang ada dalam buku tersebut. Sehingga kita mengetahui, apakah kita cocok berbisnis? Bisnis apa? Dengan kata lain, mengajukan pertanyaan yang benar akan bermanfaat membantu memilihkan profesi yang sesuai dengan kepribadian kita, dan dengan demikian memperbesar peluang keberhasilannya.

Saya akan bahas pertanyaan 1, karena sifatnya sangat mendasar. Pertanyaan 1 adalah sebelum memutuskan untuk berbisnis, James Caan menyarankan supaya kita bertanya pada diri kita sendiri:

  1. Apakah berbisnis adalah jalan hidup kita? Siapkah kita membayar 'harganya'?

Dengan kata lain, berbisnis menuntut persyaratan tertentu yang harus dipenuhi, dan belum tentu setiap orang sesuai. Artinya, kalau kepribadian kita, pandangan hidup kita lebih sesuai menjadi karyawan, tidak masalah. Akan menjadi masalah justru ketika kita memaksakan diri menjadi pebisnis.

Untuk mengetahui apakah bisnis adalah jalan hidup kita, ajukan pertanyaan berikutnya yaitu mengapa atau apa alasannya. Apakah sekadar mencari tambahan pendapatan? Menginginkan kebebasan yang ada relatif bila dibandingkan dengan menjadi karyawan? Atau ini soal 'hidup/mati' karena tidak ada pilihan lain yang sesuai sedangkan kita harus mencari nafkah untuk diri sendiri dan keluarga?

Menurut James Caan, motivasi terakhir itulah yang paling kuat. Sedangkan untuk motivasi mencari pendapatan tambahan adalah yang paling lemah. Artinya ketika kita menjumpai kesulitan, maka pebisnis yang didorong motivasi ini akan lebih mudah menyerah daripada pebisnis yang didorong motivasi 'hidup/mati'.

Kemudian pertanyaan berikutnya, apakah kepribadian kita sesuai sebagai pebisnis? Harus dipahami bahwa seorang pebisnis harus siap bekerja 24/7 dan mengambil risiko sepenuhnya. Hal ini berbeda dengan menjadi karyawan yang bekerja berdasarkan sistem dan memperoleh penghasilan tetap setiap bulannya. Tentu seorang  pebisnis yang harus siap menghadapi risiko kerugian yang akan memakan modal usaha mereka. Sekali lagi, tanyakan apakah kita tipe orang yang siap menghadapi risiko seperti ini?

Selanjutnya soal pilihan jenis usaha juga sama pentingnya. James Caan memberikan contoh secara tersirat, orang introvert tidak cocok berbisnis kafe. Karena bisnis kafe menuntut kemampuan bersosialisasi dengan orang banyak, sepanjang hari. Bagi orang introvert tentu hal ini akan menjadi beban berat yang membuatnya stres dan memperkecil peluang keberhasilannya.

Sebaliknya, orang introvert akan lebih sesuai kalau memilih jalur profesi atau bisnis konsultan pribadi atau konselor karir yang memerlukan keterampilan mendengarkan, menganalisis, dan menjalin hubungan satu-satu sebagaimana konsultan dan kliennya. Dan semua syarat ini ada pada diri orang introvert, sehingga bagi orang introvert profesi atau bisnis ini akan menjadi 'habitat' yang alami. Mereka senang menjalaninya dan pasti peluang keberhasilannya juga akan lebih besar ketika seseorang bekerja sesuai dengan panggilan hatinya.

Demikian, silakan berkomentar, minggu depan kita lanjutkan lagi dengan pertanyaan kedua:

Ini sekadar hobi atau benar-benar ide bisnis yang bisa diwujudkan?

 Selamat membaca, semoga bermanfaat.