Monday, October 19, 2015


Orang Introvert Bertanya (8): Sekadar Hobi atau Ide Bisnis Yang Bisa Diwujudkan?


Mari kita lanjutkan pembahasan kita tentang manfaat bertanya dalam kehidupan, khususnya saat harus memilih profesi. Blog sebelumnya sudah membahas tentang profesi bisnis apakah cocok untuk orang introvert? Caranya adalah dengan mengajukan pertanyaan yang sangat mendasar yaitu:

  • Apakah saya memiliki jiwa maupun mental seorang pengusaha?
  • Bidang usaha apa yang sesuai dengan tipe kepribadian orang introvert?

Sekarang kita lanjutkan seandainya 2 pertanyaan tersebut sudah bisa kita jawab dengan 'yes', dan kita juga sudah menemukan ide tentang bidang usaha yang sesuai dengan minat maupun kepribadian kita, maka saatnya mengajukan pertanyaan lagi:

  • Apakah ide ini bisa diwujudkan atau sekadar hobi?

Mengajukan pertanyaan ini dan menjawabnya dengan jujur  sangat penting untuk menghindarkan risiko kerugian waktu, jerih payah, maupun finansial. Karena ide biasanya muncul dari pengamatan atau pengalaman pribadi saat menjumpai suatu masalah. Atau dari hobi khusus yang sekilas ternyata belum ada atau sedikit sekali orang menjadikannya sebagai lahan bisnis. Ambil contoh hobi mengoleksi novel karya Charles Dickens, bagi penggemar beratnya mereka akan bisa bercerita tentang akeindahan dan kedalaman karya-karya Dickens. Dan, aha, belum ada toko buku yang khusus menjual karya Dickens.

Akan tetapi jika hobi ini langsung dijadikan ide bisnis belum tentu berhasil. Masalahnya kita belum tahu ada berapa dan di mana komunitas pencinta novel Dickens? Seandainya kita sudah bisa 'melokalisir' komunitas tersebut kita juga belum tahu bagaimana kebiasaan mereka dalam mendapatkan buku karya Dickens. Atau seandainya kita sudah tahu bahwa ternyata komunitas Dickens ini mendapatkan buku favoritnya secara daring maupun toko buku terbesar di kota kita, lalu bagaiman kita bisa bersaing menarik minat mereka?

Dari rangkaian pertanyaan ini kita akan mendapatkan peta jalan yang akan memperbesar peluang keberhasilan kita. Dan untuk mengetahui apakah ini ide bisnis atau sekadar hobi, satu-satunya cara adalah terus bertanya, kemudian dapatkan umpan balik sebanyak mungkin atau kalau perlu pelajari studi maupun riset yang relevan.

Tidak perlu khawatir kalau kita bertanya mengenai ide bisnis kita yang kita anggap unik kemudian malah akan dijiplak orang lain. Risiko ini ada, tapi lebih kecil dampaknya daripada risiko tidak mendapatkan umpan balik atau studi yang mendasari ide tersebut. Inilah sebabnya kenapa statistik keberhasilan usaha baru kecil sekali hanya 5%. Dan kita tahu peluang ini bisa ditingkatkan bila kita mau bertanya dan menjawabnya dengan jujur, serta mendapatkannya dari berbagai sumber.

Jadi sekali lagi mari kita asah keterampilan bertanya kita yang merupakan salah satu kekuatan alami orang introvert untuk membantu mengambil keputusan yang benar dalam hidup ini.

Sunday, October 18, 2015


  Orang Introvert Bertanya (7): Membantu Memilih Profesi Yang Sesuai

Setelah membahas teknik bertanya, sekarang akan kita bahas manfaat bertanya dalam kehidupan kita. Saya mulai dengan soal memilih profesi, khususnya bagi orang introvert. Dan saya akan menggunakan buku James Caan, Start Your Business in 7 Days, sebagai rujukan.

Buku ini saya gunakan sebagai rujukan karena isi buku secara singkat adalah kalau kita ingin berbisnis, maka jawab dulu 7 pertanyaan yang ada dalam buku tersebut. Sehingga kita mengetahui, apakah kita cocok berbisnis? Bisnis apa? Dengan kata lain, mengajukan pertanyaan yang benar akan bermanfaat membantu memilihkan profesi yang sesuai dengan kepribadian kita, dan dengan demikian memperbesar peluang keberhasilannya.

Saya akan bahas pertanyaan 1, karena sifatnya sangat mendasar. Pertanyaan 1 adalah sebelum memutuskan untuk berbisnis, James Caan menyarankan supaya kita bertanya pada diri kita sendiri:

  1. Apakah berbisnis adalah jalan hidup kita? Siapkah kita membayar 'harganya'?

Dengan kata lain, berbisnis menuntut persyaratan tertentu yang harus dipenuhi, dan belum tentu setiap orang sesuai. Artinya, kalau kepribadian kita, pandangan hidup kita lebih sesuai menjadi karyawan, tidak masalah. Akan menjadi masalah justru ketika kita memaksakan diri menjadi pebisnis.

Untuk mengetahui apakah bisnis adalah jalan hidup kita, ajukan pertanyaan berikutnya yaitu mengapa atau apa alasannya. Apakah sekadar mencari tambahan pendapatan? Menginginkan kebebasan yang ada relatif bila dibandingkan dengan menjadi karyawan? Atau ini soal 'hidup/mati' karena tidak ada pilihan lain yang sesuai sedangkan kita harus mencari nafkah untuk diri sendiri dan keluarga?

Menurut James Caan, motivasi terakhir itulah yang paling kuat. Sedangkan untuk motivasi mencari pendapatan tambahan adalah yang paling lemah. Artinya ketika kita menjumpai kesulitan, maka pebisnis yang didorong motivasi ini akan lebih mudah menyerah daripada pebisnis yang didorong motivasi 'hidup/mati'.

Kemudian pertanyaan berikutnya, apakah kepribadian kita sesuai sebagai pebisnis? Harus dipahami bahwa seorang pebisnis harus siap bekerja 24/7 dan mengambil risiko sepenuhnya. Hal ini berbeda dengan menjadi karyawan yang bekerja berdasarkan sistem dan memperoleh penghasilan tetap setiap bulannya. Tentu seorang  pebisnis yang harus siap menghadapi risiko kerugian yang akan memakan modal usaha mereka. Sekali lagi, tanyakan apakah kita tipe orang yang siap menghadapi risiko seperti ini?

Selanjutnya soal pilihan jenis usaha juga sama pentingnya. James Caan memberikan contoh secara tersirat, orang introvert tidak cocok berbisnis kafe. Karena bisnis kafe menuntut kemampuan bersosialisasi dengan orang banyak, sepanjang hari. Bagi orang introvert tentu hal ini akan menjadi beban berat yang membuatnya stres dan memperkecil peluang keberhasilannya.

Sebaliknya, orang introvert akan lebih sesuai kalau memilih jalur profesi atau bisnis konsultan pribadi atau konselor karir yang memerlukan keterampilan mendengarkan, menganalisis, dan menjalin hubungan satu-satu sebagaimana konsultan dan kliennya. Dan semua syarat ini ada pada diri orang introvert, sehingga bagi orang introvert profesi atau bisnis ini akan menjadi 'habitat' yang alami. Mereka senang menjalaninya dan pasti peluang keberhasilannya juga akan lebih besar ketika seseorang bekerja sesuai dengan panggilan hatinya.

Demikian, silakan berkomentar, minggu depan kita lanjutkan lagi dengan pertanyaan kedua:

Ini sekadar hobi atau benar-benar ide bisnis yang bisa diwujudkan?

 Selamat membaca, semoga bermanfaat.

Thursday, September 24, 2015

Orang Introvert Bertanya (6)

 

  Teknik Bertanya 4W + 1H

 

Ada lagi cara bertanya selain 4 jenis pertanyaan yang sudah kita bahas sebelumnya. Teknik ini dikenal dengan nama 4W + 1H yang sudah menjadi pelajaran pertama bagi seorang peliput berita. 4W + 1H merupakan singkatan dari kata tanya dalam bahasa Inggris, yaitu:
  1. What
  2. Who
  3. Where
  4. Why
  5. How

Kita akan praktekkan menggunakan teknik bertanya 4W + 1H ini dengan menggunakan contoh artikel  berjudul  "Do You Use Money? If So, You'll Want To Read This By Thursday," Board of Governors, npr.org, 15-09-2015. Bahkan artikel tersebut disusun dengan cara menjawab pertanyaan 4W + 1H. Dengan kata lain, manfaat pertanyaan 4W +1H ini bisa juga untuk memahami suatu pokok masalah dan menjadikannya sebagai bahan tulisan.


Sebelumnya akan saya beri pengantar sekilas perihal artikel yang akan kita gunakan sebagai studi kasus ini. Artikel tersebut membahas tentang rencana Bank Sentral AS atau dikenal juga dengan sebutan The Fed yang akan menggelar rapat di Washington D.C., untuk menentukan apakah suku bunga acuan $ AS dipertahankan seperti sudah berlangsung sejak 2008 atau dinaikkan.

Rapat yang digelar tanggal 17-18 September 2015 tersebut menjadi sorotan dunia, karena apa? Pertama, dari judul artikel tersebut kita sudah mendapatkan sedikit informasi bahwa kenaikan suku bunga acuan $ AS akan berpengaruh terhadap perekonomian dunia, pelaku usaha, dan bahkan warga masyarakat di seluruh dunia. Sepanjang mereka menggunakan uang, demikian judul artikel. Tentu kita penasaran kok bisa sih sebuah lembaga keuangan begitu besar pengaruhnya sampai ke seluruh dunia?

Untuk menjawab rasa penasaran dan mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai The Fed kita bisa menggunakan teknik bertanya 4W + 1H tersebut. Kita mulai dengan:
  1. What: The Fed adalah bank sentral AS yang dibentuk Congress pada tahun 1913 dengan tujuan untuk mencegah terjadinya krisis keuangan dan merumuskan kebijakan ekonomi di negara tersebut.
  2. Who:The Fed terdiri atas 12 bank regional diawasi oleh dewan gubernur yang beranggotakan 7 orang dipilih oleh presiden dan disetujui Senat. Saat ini Gubernur the Fed adalah Janet Yellen.
  3. Where: The Fed bermarkas di Washington, D.C., sedangkan ke-12 bak regional anggotanya berasal dari kota-kota: Atlanta, Boston, Cleveland, Chicago, Dallas, Kansas, Minneapolis, New York, Philadelphia, Richmond, San Fransisco, dan St. Lois.
  4. Why: Kembali pada apa tujuan the Fed maka di situsnya disebutkan mereka ada untuk menciptakan kesempatan kerja maksimum, kestabilan ekonomi, dan suku bunga yang wajar dalam jangka panjang.
  5.  How: Sekalipun diciptakan Kongres, tetapi the Fed adalah bank sentral yang independen dan memiliki kewenangan untuk mencetak uang
Dengan menggunakan kata tanya 4W + 1H kita sudah memiliki gambaran awal mengenai sosok The Fed. Sekarang kita tahu APA itu the Fed, SIAPA gubenur dan anggota Dewan Gubernur, DI MANA kedudukan mereka, MENGAPA perlu ada the Fed, dan BAGAIMANA the Fed dapat memengaruhi ekonomi AS maupun dunia, yaitu karena suku bunga $ AS akan berpengaruh terhadap investasi, lapangan kerja, kurs, pertumbuhan ekonomi, dan indeks harga saham di AS. Dan dengan bebasnya arus keluar-masuk modal antar-negara kinerja ekonomi yang menarik di AS tentu akan menarik modal & investasi dari berbagai negara yang berakibat buruk bagi ekonomi domestik negara yang mengalami pelarian modal.

Jadi sekali lagi bertanya itu gampang, tinggal pilih mau pakai teknik 4W + 1H atau teknik 4 jenis pertanyaan yang sudah kita bahas sebelumnya. Berikutnya akan kita bahas apa manfaat bertanya dalam kehidupan yang lebih luas.

Sampai jumpa pada topik berikutnya.

    Friday, September 11, 2015


    Orang Introvert Bertanya (5)

     

     Pertanyaan Pendalaman dan Pengembangan

     

    Dalam blog sebelumnya kita telah membahas 2 jenis pertanyaan yaitu (1) pertanyaan penjelasan (clarifying) dan (2) pertanyaan pengaitan (adjoining). Pertanyaan penjelasan seperti namanya meminta penjelasan dari sebuah keterangan; sedangkan pertanyaan pengaitan merangkai beberapa isu terkait dengan masalah yang dibahas untuk melihat keterkaitannya.

    Sekarang kita akan bahas  pertanyaan jenis ke-3 yaitu pertanyaan pendalaman (funelling) dan ke-4 pertanyaan pengembangan (elevating). Sesuai namanya, pertanyaan pendalaman bertujuan untuk memahami lebih dalam lagi pokok masalah yang dibahas.

    Contohnya adalah kalau kita membaca artikel tentang inovasi yang dilakukan oleh beberapa perusahaan jasa di AS terhadap layanan call center mereka. Disebutkan bahwa melalui sebuah piranti lunak yang digunakan call center mereka, maka jenis suara, intonasi, dan pilihan kata-kata yang digunakan setiap penelpon akan dianalisis melalui piranti tersebut untuk disimpulkan jenis kepribadian penelpon masuk dalam kategori apa. Apakah penelpon tergolong dalam kepribadian orang yang cenderung berpikir logis, atau sebaliknya mengedepankan emosi, dan seterusnya,

    Berdasarkan penjelasan ini kita bisa mengajukan pertanyaan pendalaman untuk lebih memahami pokok persoalannya, misalnya:

    • Apakah teori atau asumsi yang mendasari analisis suara, intonasi, dan pilihan kata sebagai dasar pengelompokan jenis kepribadian?
    • Bagaimana menyimpulkan pilihan kata ke dalam kelompok kepribadian tertentu?
    Selanjutnya pertanyaan ke-4, pertanyaan pengembangan bertujuan untuk melihat 'gambaran besar' dari suatu isu atau berita. Misalnya saja setiap ada pergantian pimpinan suatu instansi pemerintah, selalu penjelasan yang disampaikan ke masyarakat melalui media adalah 'sebagai hal yang alami demi regenerasi kepemimpinan'.

    Pertanyaaan pengembangan yang bisa kita ajukan untuk melihat 'gambaran besar' persoalan , misalnya:

    • Adakah kepentingan yang bermain di balik pergantian pucuk pimpinan instansi tersebut? Atau adakah pertarungan kekuasaan di balik pergantian pucuk pimpinan tersebut?
    Dengan mengajukan pertanyaan pengembangan ini kita akan memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai 'cerita di balik sebuah berita' atau isu-isu yang lebih besar lingkupnya di balik suatu kejadian atau fakta.

    Secara 'keterampilan' bertanya, pertanyaan ke-3 dan ke-4 ini yaitu pertanyaan pendalaman dan pengembangan lebih sulit bila dibandingkan dengan pertanyaan ke- 1 yaitu pertanyaan penjelasan atau pertanyaan ke-2, yaitu pertanyaan pengaitan. Karena untuk dapat mengajukan pertanyaan ke-3 dan ke-4, kita harus bisa melihat dan berpikir melampaui isu atau pokok persoalan yang sedang dibahas.

    Dengan senjata 4 jenis pertanyaan ini kita sudah siap untuk menjadi penanya yang aktif, tinggal pilih dan sesuaikan saja pertanyaan jenis ke berapa yang akan Anda ajukan.

    Selamat bertanya.



    Sunday, August 30, 2015

    Orang Introvert Bertanya (4)

    Pertanyaan Yang Mengaitkan

    Jenis pertanyaan yang kedua adalah adjoining question atau pertanyaan yang mengaitkan. Tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk mengetahui keterkaitan berbagai aspek atau faktor dalam suatu persoalan.

    Misalnya kalau ada paparan mengenai menurunnya laba perusahaan pada periode saat ini dibandingkan dengan periode sebelumnya, maka pertanyaan yang mengaitkan, contohnya adalah:

    • Bagaimana dengan laba perusahaan lain yang sejenis, apakah juga menurun?
    • Bagaimana dengan rata-rata laba industri pada periode yang sama?
    Dengan mengaitkan laba perusahaan dengan laba perusahaan yang lain atau laba rata-rata di industri pada periode yang sama, maka kita akan memperoleh petunjuk mengenai penurunan laba perusahaan tersebut apakah terkait dengan kondisi eksternal atau murni karena kondisi internal perusahaan tersebut.

    Contoh lain dari pertanyaan yang mengaitkan ini misalnya saja kita sedang mengikuti presentasi pemerintah tentang pembangunan pembangkit listrik di suatu daerah, maka kita bisa bertanya:

    • Bagaimana dengan skema pembiayaannya?
    • Bagaimana dengan soal pembebasan lahan? 
    Dengan mengajukan pertanyaan yang mengaitkan ini, kita akan memperoleh pemahaman yang lebih dalam dan lengkap mengenai suatu persoalan, apa saja aspek yang terkait, serta bagaimana keterkaitannya.

    Dari segi praktis, untuk mengajukan pertanyaan yang mengaitkan ini tidak sulit. Cukup pahami aspek apa saja yang terkait dalam suatu persoalan kemudian tanyakan bagaimana penjelasan dari setiap keterkaitan tersebut.

    Kalau misalnya kita belum mengetahui apa saja aspek yang terkait dari masalah yang sedang dibahas, jangan kawatir, kembali saja ke jenis pertanyaan pertama yaitu clarifying question atau pertanyaan yang menjelaskan. Cukup tanyakan: Apa saja aspek yang terkait dengan masalah yang sedang kita bahas?

    Kemudian setelah pembicara menjelaskan tiap aspek yang terkait, tinggal ajukan pertanyaan yang kedua adjoining question.

    Selamat mencoba jenis pertanyaan kesatu & kedua. 



    Friday, August 21, 2015

    Orang Introvert Bertanya (3)

    4 Jenis Pertanyaan

    Ada 4 jenis pertanyaan menurut Tom Pohlmann & Neethi Mary Thomas, "Relearning the Art of Asking Questions', hbr.org, March 27,2015. Keempat jenis pertanyaan tersebut adalah:
    1. Clarifying
    2. Adjoining
    3. Elevating; dan
    4. Funelling
    Kita akan kupas satu-satu keempat jenis pertanyaan tersebut dimulai dengan yang pertama.

    4. 1 Clarifying Question:

    Disebut juga sebagai pertanyaan penjelas. Tujuan bertanya dengan jenis pertanyaan ini adalah untuk memperjelas atau lebih memahami apa yang kita dengar atau baca. Kata tanya yang digunakan antara lain: 'Maksudmu?' atau 'Coba jelaskan.'

    Pertanyaan ini bisa kita gunakan tiap kali kita mendengar atau membaca kata yang belum kita mengerti atau sebuah konsep yang belum kita pahami. Sehingga untuk memahaminya kita harus bertanya kepada penutur atau penulisnya.

    Sebagai contoh kalau kita membaca artikel atau berita bertajuk, "Perang Mata Uang Dituding Sebagai Penyebab Melemahnya Rp terhadap $ AS', maka pertanyaan penjelas yang bisa diajukan adalah, 'Apa maksudnya perang mata uang?' Jawaban atas pertanyaan ini akan memperjelas makna dari judul berita atau artikel tersebut, sehingga kita mengerti maksud penulis.

    Bila kita tidak bertanya, maka ada 2 kemungkinan; pertama, kita akan berasumsi dengan risiko kesalahan; kedua, kita tetap tidak paham maksud tulisan tersebut. Sehingga kita tidak mendapatkan tambahan pengetahuan atau informasi dari tulisan tersebut. Dan tanpa pemahaman dari pendengar atau pembaca tidak akan ada percakapan atau dialog yang berisi pertukaran pikiran, ide, atau gagasan.

    Jadi gampang sebetulnya bertanya, cukup ajukan pertanyaan penjelas sudah menunjukkan atensi kita. Bagaimana kalau sebelumnya pembicara sudah menjelaskan maksud suatu konsep apakah kita masih bisa menggunakan pertanyaan penjelas?

    Menurut saya bisa saja, apabila:
    1. Kita benar-benar belum memahami penjelasan yang disampaikan oleh pembicara karena bisa saja penjelasan yang disampaikannya berbelit-belit sehingga perlu diperjelas dengan contoh yang spesifik;
    2. Sampaikan 'maaf' sebelumnya karena kita memintanya untuk menjelaskan sekali lagi sebagai sopan-santun percakapan.
    3. Arahkan pertanyaan pada hal yang belum kita mengerti, misalnya kembali pada contoh 'Perang mata Uang', kalau sebelumnya kita bertanya, 'Apakah yang dimaksud...', maka sekarang bisa saja kita menggunakan pertanyaan, 'Mengapa disebut perang mata uang?'
    Sekali lagi, bertanya tidak sulit, khususnya untuk pertanyaan jenis 1: pertanyaan penjelas. Suatu saat bila Anda duduk sebagai audiens apakah dalam sesi diskusi, seminar, atau pelatihan, dan ketika pembicara membuka sesi tanya-jawab, jangan segan-segan segera angkat tangan dan ajukan pertanyaan penjelas.

    Ada keuntungannya menjadi penanya yang pertama, yaitu bahan pertanyaan masih melimpah dan menjaga suasana supaya tidak ada kekosongan. Jangan kawatir akan menjadi sorotan audiens yang lain karena tidak ada yang salah dari pertanyaan penjelas. Cukup angkat tangan dan ajukan pertanyaan, 'Bisa dijelaskan lebih rinci maksud...' atau 'Bisa diberikan contoh...'

    Silakan berbagi pengalaman & sampai jumpa pada jenis pertanyaan berikutnya.





       



     



    Friday, August 14, 2015

    Orang Introvert Bertanya (2)

     

    Seni Bertanya dan Kepribadian Orang Introvert

     

    Kembali pada teori kepribadian orang introvert sebagaimana ditulis oleh Marti Olsen Laney (The Introvert Advantage) atau Sylvia Loehken (Quiet Impact), maka dalam hal bertanya ini orang introvert memiliki kekuatan sekaligus kelemahan. Sehingga kalau kita menemukan kesulitan untuk mengajukan pertanyaan, maka itu berarti aspek kelemahan yang lebih menonjol dari kekuatan. Dan mungkin tiap situasi akan berbeda, artinya 'kesulitan' bertanya akan terjadi pada situasi rapat, seminar, atau pelatihan yang melibatkan banyak audiens. Sedangkan dalam percakapan satu-satu  kesulitan bertanya tersebut tidak dialami oleh orang introvert.

    Kekuatan alami seorang introvert dalam hal bertanya ini terletak pada kemampuannya berpikir analitis dan kebiasaannya untuk berpikiir sebelum berbicara. Kedua hal ini merupakan modal utama untuk merumuskan pertanyaan yang berbobot. Akan tetapi orang introvert memiliki kelemahan dalam hal bertanya ini yaitu kecenderungannya untuk menghindari lingkungan yang ramai, banyak audiens, dan lebih menyukai percakapan satu-satu atau kelompok kecil.

    Ditambah lagi dengan sifat orang introvert yang cenderung berhati-hati, maka ketika berada di tengah audiens yang banyak, orang introvert menjadi ragu-ragu untuk mengangkat tangan dan bertanya. Pertama, hal ini akan mengundang perhatian dan mengarahkan sorotan kepada dirinya, situasi yang tidak disukai orang introvert karena akan menjadi stimulasi yang berlebihan. Kedua, ada keraguan yang berkelindan saat akan mengajukan pertanyaan:

    • Apakah pertanyaan ini berbobot?
    • Bagaimana kalau ternyata audiens/pembicara menganggap sebagai pertanyaan & penanya yang 'bodoh'?
    • Apakah pertanyaan ini relevan dengan materi yang disampaikan?
    • Bagaimana kalau audiens/pembicara menganggapnya tidak menyimak materi sebelumnya?
    • Apakah rumusan pertanyaan ini mudah dipahami oleh pembicara?
    • Bagaimana kalau pembicara minta untuk mengulang pertanyaannya sehingga perhatian akan makin terpusat kepada dirinya?
    Pikiran-pikiran inilah yang dapat menghambat seorang introvert untuk bertanya dan membuatnya stres. Sehingga akhirnya mereka  memilih diam melewatkan kesempatan untuk bertanya. Padahal ada cara mudah untuk mengatasi masalah ini. Prinsipnya adalah mari kita fokus pada kekuatan kita, bukan pada kelemahan.

    Artinya dengan kekuatan berpikir analitis dan kehati-hatian dalam berbicara yang dimiliki orang introvert, maka hal ini akan menjadi modal dasar untuk mengajukan pertanyaan. Selanjutnya untuk mengatasi berbagai keraguan sebelum bertanya, maka tuliskan dulu kata demi kata dari pertanyaan yang akan diajukan dan tuliskan beberapa pertanyaan sekaligus. Bukankah menulis juga merupakan kekuatan alami orang introvert?

    Resep 'lakukan persiapan sebaik-baiknya' ini juga dianjurkan oleh Nancy Duarte dalam artikelnya di HBR, "Make Public Speaking Less Scary" (4/8/15). Intinya untuk mengatasi kegugupan atau stres saat melakukan presentasi atau berbicara di depan umum, maka lakukanlah persiapan sebaik-baiknya. Dalam hal bertanya, persiapan yang sebaik-baiknya adalah menuliskan kata demi kata pertanyaan yang nanti bisa dibacakan. Sehingga kita tidak akan gugup karena lupa rumusannya atau khawatir pembicara tidak bisa menangkap maksud pertanyaannya. Karena dengan menuliskan kita bisa memeriksa rumusan kata atau kalimatnya, menyunting dan memperbaiki bila perlu, serta membaca dalam hati sekiranya sebagai pembicara untuk menguji apakah pertanyaan itu sudah cukup jelas maksudnya.

    Selamat mencoba dan berbagi pengalaman pribadi dalam hal bertanya ini. Kita akan perdalam lagi dalam blog berikutnya mengenai jenis-jenis pertanyaan yang bisa diajukan.