Sunday, October 18, 2015


  Orang Introvert Bertanya (7): Membantu Memilih Profesi Yang Sesuai

Setelah membahas teknik bertanya, sekarang akan kita bahas manfaat bertanya dalam kehidupan kita. Saya mulai dengan soal memilih profesi, khususnya bagi orang introvert. Dan saya akan menggunakan buku James Caan, Start Your Business in 7 Days, sebagai rujukan.

Buku ini saya gunakan sebagai rujukan karena isi buku secara singkat adalah kalau kita ingin berbisnis, maka jawab dulu 7 pertanyaan yang ada dalam buku tersebut. Sehingga kita mengetahui, apakah kita cocok berbisnis? Bisnis apa? Dengan kata lain, mengajukan pertanyaan yang benar akan bermanfaat membantu memilihkan profesi yang sesuai dengan kepribadian kita, dan dengan demikian memperbesar peluang keberhasilannya.

Saya akan bahas pertanyaan 1, karena sifatnya sangat mendasar. Pertanyaan 1 adalah sebelum memutuskan untuk berbisnis, James Caan menyarankan supaya kita bertanya pada diri kita sendiri:

  1. Apakah berbisnis adalah jalan hidup kita? Siapkah kita membayar 'harganya'?

Dengan kata lain, berbisnis menuntut persyaratan tertentu yang harus dipenuhi, dan belum tentu setiap orang sesuai. Artinya, kalau kepribadian kita, pandangan hidup kita lebih sesuai menjadi karyawan, tidak masalah. Akan menjadi masalah justru ketika kita memaksakan diri menjadi pebisnis.

Untuk mengetahui apakah bisnis adalah jalan hidup kita, ajukan pertanyaan berikutnya yaitu mengapa atau apa alasannya. Apakah sekadar mencari tambahan pendapatan? Menginginkan kebebasan yang ada relatif bila dibandingkan dengan menjadi karyawan? Atau ini soal 'hidup/mati' karena tidak ada pilihan lain yang sesuai sedangkan kita harus mencari nafkah untuk diri sendiri dan keluarga?

Menurut James Caan, motivasi terakhir itulah yang paling kuat. Sedangkan untuk motivasi mencari pendapatan tambahan adalah yang paling lemah. Artinya ketika kita menjumpai kesulitan, maka pebisnis yang didorong motivasi ini akan lebih mudah menyerah daripada pebisnis yang didorong motivasi 'hidup/mati'.

Kemudian pertanyaan berikutnya, apakah kepribadian kita sesuai sebagai pebisnis? Harus dipahami bahwa seorang pebisnis harus siap bekerja 24/7 dan mengambil risiko sepenuhnya. Hal ini berbeda dengan menjadi karyawan yang bekerja berdasarkan sistem dan memperoleh penghasilan tetap setiap bulannya. Tentu seorang  pebisnis yang harus siap menghadapi risiko kerugian yang akan memakan modal usaha mereka. Sekali lagi, tanyakan apakah kita tipe orang yang siap menghadapi risiko seperti ini?

Selanjutnya soal pilihan jenis usaha juga sama pentingnya. James Caan memberikan contoh secara tersirat, orang introvert tidak cocok berbisnis kafe. Karena bisnis kafe menuntut kemampuan bersosialisasi dengan orang banyak, sepanjang hari. Bagi orang introvert tentu hal ini akan menjadi beban berat yang membuatnya stres dan memperkecil peluang keberhasilannya.

Sebaliknya, orang introvert akan lebih sesuai kalau memilih jalur profesi atau bisnis konsultan pribadi atau konselor karir yang memerlukan keterampilan mendengarkan, menganalisis, dan menjalin hubungan satu-satu sebagaimana konsultan dan kliennya. Dan semua syarat ini ada pada diri orang introvert, sehingga bagi orang introvert profesi atau bisnis ini akan menjadi 'habitat' yang alami. Mereka senang menjalaninya dan pasti peluang keberhasilannya juga akan lebih besar ketika seseorang bekerja sesuai dengan panggilan hatinya.

Demikian, silakan berkomentar, minggu depan kita lanjutkan lagi dengan pertanyaan kedua:

Ini sekadar hobi atau benar-benar ide bisnis yang bisa diwujudkan?

 Selamat membaca, semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment