Orang Introvert Menjual (23)
Menjual dengan Mengandalkan Kekuatan Alami Seorang Introvert: Berhati-hati (6)
Ada sisi plus-minus dari sikap berhati-hati yang juga menjadi kekuatan alami seorang introvert terkait dengan aktivitas penjualan. Sikap berhati-hati ini sering diartikan kelambanan dalam bertindak atau mengambil keputusan. Padahal dalam bidang penjualan yang penuh dengan persaingan sangat diperlukan kecepatan dalam bertindak dan memutuskan.
Memang seorang introvert akan mempertimbangkan masak-masak dari berbagai segi sebelum mengambil keputusan, apalagi ketika keputusan tersebut punya bobot risiko yang besar. Hal ini disebabkan karena orang introvert berorientasi pada keamanan atau keselamatan; stimulasi reward kurang mengena bagi orang introvert. Hal ini yang membedakan dengan orang ekstrovert, buat mereka reward akan menjadi stimulasi yang efektif. Sehingga orang ekstrovert akan cepat mengambil keputusan karena reward lebih konkret sifatnya, dan lebih cepat serta lebih mudah dipahami.
Hal ini berbeda dengan faktor keamanan atau keselamatan yang sifatnya lebih abstrak, sehingga perlu waktu yang lebih lama untuk dipahami. Karena perbedaan inilah sehingga ada yang beranggapan bahwa dunia penjualan adalah dunia orang ekstrovert (G. Richard Shell, Success, Your Way). Karena penjualan tidak bisa dipisahkan dengan unsur reward dalam berbagai bentuk: komisi, insentif, wisata, dll.
Tapi bagi saya soalnya bukan mana yang lebih cocok bekerja di bidang penjualan orang introvert atau ekstrovert? Keduanya cocok hanya memerlukan motivasi yang berbeda. Kepada penjual ekstrovert motivasi berupa reward akan sangat efektif; sedangkan penjual introvert mengutamakan semua risiko terkelola dengan baik dulu.
Bagaimanapun juga penjualan memiliki beberapa risiko, yaitu:
- Risiko kerugian karena kekeliruan dalam menetapkan harga atau potongan penjualan;
- Risiko reputasi karena pelayanan yang buruk;
- Risiko kredit bila penjualan dengan cara mengangsur; dan
- Risiko hukum bila tidak memahami aturan atau undang-undang yang berlaku.
Semua risiko tersebut harus dikelola dengan baik dan dipertimbangkan masak-masak. Penetapan harga atau potongan penjualan tentu harus dihitung dengan teliti dengan mempertimbangkan analisis untung-rugi, maupun faktor persaingan. Pelayanan apa saja yang dijanjikan juga harus diperhitungkan masak-masak dan dikomunikasikan sejelas-jelasnya di muka. Sedangkan untuk risiko kredit sudah tentu perlu pertimbangan ekstra hati-hati karena risikonya akan terus ada selama belum lunas. Dan untuk masalah peraturan atau undang-undang harus betul-betul dipahami apa yang menjadi hak konsumen atau pembeli sebagaimana sudah diatur dalam UU Perlindungan Konsumen.
Harus dipahami bahwa akibat dari risiko tersebut dapat menghilangkan semua keuntungan yang sudah diperoleh dengan susah payah bertahun-tahun sebelumnya. Terkait hal itulah sifat hati-hati yang ada pada orang introvert berguna dalam penjualan. Jadi sekali lagi, baik orang ekstrovert maupun introvert dapat berkarir dalam bidang penjualan, jenis motivasi atau lebih tepat urutan motivasi mereka yang berbeda. Apabila mereka berada dalam satu tim, maka perbedaan mereka akan saling melengkapi dan memperkuat tim tersebut.
Silakan berbagi pendapat atau pengalaman.