Sunday, July 19, 2015

Orang Introvert Menjual (22)

 

Menjual dengan Mengandalkan Kekuatan Alami Seorang Introvert: Ulet (5)

 

Kekuatan alami yang lain dari seorang introvert adalah keuletan (tenacity). Secara umum ulet berarti kemampuan untuk terus bertahan di tengah persoalan atau kesulitan yang dihadapi dalam situasi tertentu. Hal ini disebabkan karena orang introvert lebih terfokus pada dirinya, tidak memerlukan stimulasi eksternal sebanyak seperti rekannya orang ekstrovert. Bagi orang ekstrovert akan sulit bila berada pada situasi yang relatif sama dalam waktu lama, mereka memerlukan stimulasi eksternal yaang bervariasi dan berganti-ganti. Tidak demikian halnya dengan orang introvert.

Sylvia Loehken memberikan contoh orang introvert yang ulet adalah Marie Curie, pemenang hadiah Nobel Fisika (1903) dan Nobel Kimia (1911). Keuletan Curie terlihat dari kegigihannya mengatasi tiap rintangan yang menghadangnya untuk mengejar minatnya dalam bidang ilmu alam. Tidak diterima di Universitas Warsawa, dia merantau dan kuliah di Perancis. Tidak punya biaya untuk membayar uang kuliah, dia memberikan les ke murid-murid SD/SMP. Kemudian saat melakukan penelitian radioaktivitas, tak terhitung berapa ratus percobaan harus dilakukannya sampai berhasil. Tanpa keuletan tidak mungkin seseorang mampu bertahan melakukan penelitian di laboratorium beratus kali.

Berita baiknya adalah pertama, orang introvert umumnya juga memiliki keuletan atau 'kebetahan' berada pada situasi yang sama. Berita baik kedua, penjualan juga memerlukan keuletan ini. Kita tentu tahu rumus penjualan dalam bentuk perbandingan antara upaya memprospek sampai menghasilkan 1 penjualan. Rata-rata barangkali 10:1, artinya untuk menghasilkan 1x penjualan, seorang penjual harus melakukan pendekatan pada 10 prospek. Artinya juga, untuk mendapatkan 1x 'ya', seorang penjual harus tahan atau betah mendengar 9x kata 'tidak'.

Dan ini adalahh menu sehari-hari seorang penjual. Jadi tanpa keuletan, ketekunan, tidak mungkin seorang penjual akan bisa bertahan dan berhasil dalam karir penjualannya. Dan tuntutan keuletan, ketekunan, atau  'kebetahan' ini akan semakin jelas bila situasinya kita rinci satu-satu. Misalnya untuk mendapatkan janji ketemu satu prospek saja mungkin perlu waktu berhari-hari, dan harus bersedia mendengarkan alasan yang sama beberapa kali sebelum akhirnya bertemu. Saat bertemu pun, mungkin kita sudah datang sebelum waktunya, tapi ternyata kita masih harus menunggu lagi, entah prospek belum datang, masih ada tamu, atau menyelesaikan pekerjaan, menjawab panggilan telepon, dll. Tanpa keuletan, ketekunan pasti kita sudah tidak betah berada dalam situasi ini berhari-hari, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun.

Jadi bersyukurlah sebagi orang introvert yang dikaruniai kekuatan alami keuletan ini. Silakan berbagi pengalaman pribadi mengenai soal keuletan atau ketekunan ini.


 

 


No comments:

Post a Comment