Orang Introvert Menjual (15)
Pentingnya Manajemen Waktu Bagi Penjual
Setiap penjual tentu menyadari arti pentingnya waktu dalam profesi dan tugas keseharian mereka. Dengan alokasi waktu yang sama untuk semua orang yaitu 24 jam sehari atau rata-rata 8 jam kerja sehari, 5 hari seminggu, maka setiap penjual harus bisa memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mencapai target penjualan yang menjadi tanggung jawabnya,
Brian Tracy dalam bukunya The Art of Closing the Sale, juga menyatakan kalau waktu kerja seorang penjual harus dihitung dalam jam. Dan setiap jam seorang penjual harus menargetkan berapa penghasilan yang akan didapatnya yaitu dengan menghitung berapa jam yang diperlukan untuk melakukan penjualan sampai dengan tahap closing dan berapa komisi penjualan yang akan didapatkannya.
Berdasarkan pengalaman dan pengamatannya, Tracy berpendapat terdapat 11 penyebab buruknya manajemen waktu seorang penjual yang berakibat pada tidak tercapainya target penjualan. Dari 11 penyebab tersebut bisa dikelompokkan menjadi 2 penyebab, yaitu (1) penyebab yang bersifat teknis dan bisa diatasi dengan segera; dan (2) penyebab non-teknis yang perlu waktu untuk mengatasinya. Sebelum menguraikan lebih rinci mengenai penyebab jeleknya manajemen waktu seorang penjual ini perlu digarisbawahi adanya benang merah yang bisa disimpulkan dari pendapat Brian Tracy tersebut yaitu semua penyebab buruknya manajemen waktu penjual terkait dengan pribadi penjual sendiri, sehingga menjadi tanggung jawab mereka juga untuk mengatasinya.
Kelompok penyebab yang pertama adalah mulai dari soal kurangnya persiapan, kurangnya pengetahuan produk, ketidaktelitian dalam melakukan presentasi penjualan, sampai tidak melakukan konfirmasi saat akan melakukan presentasi penjualan. Hal ini seharusnya sudah bisa diantisipasi dan diatasi dengan segera oleh setiap penjual karena bersifat teknis.
Sedangkan kelompok penyebab yang kedua perlu pendalaman lagi karena terkait dengan kebiasaan, karakter, atau passion dari penjual tersebut. Termasuk dalam kelompok penyebab kedua manajemen waktu yang buruk ini adalah kebiasaan menunda atau terlambat melakukan pekerjaan, bersikap perfeksionis, dan kurangnya ambisi.
Terkait dengan kebiasaan menunda pekerjaan atau terlambat, maka diperlukan komitmen dan kedisiplinan untuk mengatasinya dan mungkin tidak segera bisa diatasi sepert faktor teknis pada kelompok penyebab yang pertama. Sedangkan untuk menghilangkan sikap perfeksionis seorang penjual harus belajar mendelegasikan pekerjaannya sehingga tidak semua pekerjaan diselesaikan sendiri. Selain itu penjual juga harus mempraktekkan skala prioritas seperti dikenal dengan rumus Pareto, bahwa 80% hasil kerja kita berasal dar 20% upaya yang terarah dengan benar.
Terakhir adalah penyebab kurangnya ambisi perlu waktu paling lama untuk mengatasinya. Karena dalam hal ini seorang penjual harus melakukan self-assessment dan mungkin perlu bantuan konselor karir untuk mengetahui apakah dunia penjualan yang saat ini ditekuninya memang merupakan panggilan hatinya atau karena mengisi lowongan yang ada. Karena kalau bukan merupakan panggilan hati, maka tidak mungkin tumbuh ambisi untuk bekerja keras dan mengejar target. Akibatnya persis seperti dikatakan Dale Carnegie, 'People rarely succeed unless they have fun in what they are doing.'