Saturday, May 9, 2015

 

Orang Introvert Menjual (12)

Membaca untuk Menjual Diri

 

Bila dalam blog sebelumnya saya pernah menulis bahwa sebelum menjual produk atau jasa kita, maka kita harus bisa 'menjual diri' kita. Kali ini saya akan berbagi tip bahwa sebelum menjual diri kita pastikan kita membaca dulu. Bahan bacaan itu bisa berupa artikel di majalah, tulisan di jurnal profesional, atau buku-buku yang terkait dengan profesi maupun bidang usaha prospek atau nasabah kita.

Alasan pertama kenapa  membaca adalah 'wajib' hukumnya dalam rangka 'menjual diri' ini adalah merujuk pada kata-kata mutiara dari Eleanor Roosevelt yang terkenal itu:

  Great mind discuss ideas,
  Average mind discuss events,
  Small mind discuss people.

Jadi ada 3 tingkatan 'intelektualitas' menurut  Eleanor Roosevelt: Yang paling rendah adalah mereka yang hanya bisa membicarakan orang atau istilah populernya 'menggosip' seperti tayangan infotaintment di televisi kita yang sarat dengan kehidupan pribadi para pesohor, mulai dari gaya hidupnya sampai pada hubungan asmaranya yang putus-nyambung. Tingkatan kedua adalah mereka yang bisa membicarakan tentang kejadian yang sedang jadi 'trending topic', misalnya soal kembali ke jaman batu alias demam batu akik. Ketiga, tingkatan tertinggi adalah kalau kita bisa membicarakan atau bertukar gagasan dengan lawan bicara kita. Misalnya, kalau lawan bicara kita adalah pemilik usaha yang menyasar kaum muda, maka akan menjadi relevan & menimbulkan simpati bila kita bisa bertukar pikiran mengenai bagaimana media sosial bisa membantu meningkatkan penjualan.

Kemampuan kita untuk bisa bertukar pikiran atau gagasan dengan prospek kita, akan membedakan kita dengan penjual yang lain. Karena secara teknis pasti semua penjual sudah dibekali dengan pelatihan mengenai pengetahuan produk, keterampilan menjual, dan berkomunikasi. Akan tetapi setelah keluar dari kelas pelatihan dasar ini dan bertemu dengan calon pembeli, maka yang tampil adalah sosok pribadi penjual tersebut sepenuhnya. Bila seorang penjual tidak mampu meng-upgrade dirinya, maka akan sulit dibedakan dari penjual lainnya dan prospek akan kebingungan menjatuhkan pilihannya. Lain masalahnya kalau seorang penjual bisa 'menaikkan kelasnya' sampai tingkat tiga tadi, dia mulai membedakan dirinya dari penjual lainnya dan menanamkan simpati maupun kepercayaan dari calon pembelinya. Sampai di mana pembedaan ini sepenuhnya tergantung dari usaha & kerja keras masing-masing: How high can you go...

Dari mana kita mendapatkan gagasan tersebut? Di era informasi ini sangat mudah mendapatkan informasi bernilai yang kita butuhkan, tidak saja dari diskusi dengan pakar atau orang-orang sukses di sekitar kita, artikel di majalah yang berbobot, buku-buku yang berisi kiat sukses penulisnya, atau unduh saja aplikasi gratis Umano di PlayStore, maka kita akan mendapatkan update secara berkala dari artikel pilihan kita.

Jadi dalam rangka 'menjual diri', membedakan dengan penjual yang lain, dan mendapatkan simpati maupun kepercayaan dari calon pembeli kita, baca dulu artikel di majalah Inc., seperti '15 Words You Should Eliminate From Your Vocabulary To Sound Smarter dan '5 Situations Where You Need to Say No to Potential Client'. Kemudian kembali kalau prospek kita bergerak dalam bidang usaha yang menyasar kalangan muda, bersiaplah untuk bertukar gagasan dengan sebelumnya mendengarkan artikel di Umano: 'What's Gen Z & What Does It Want?'

Selamat Membaca:-)





No comments:

Post a Comment