Introvert's Way of Selling (1)
Focus on strength
Kalau ditanyakan apakah pekerjaan atau profesi penjualan lebih cocok untuk orang introvert atau ekstrovert maka pakar & praktisi penjualan ternyata punya 3 jawaban. Joe & Bob Azelby berpendapat menjual adalah pekerjaan yang lebih cocok untuk orang ekstrovert. Katanya, If you feel akward in social situations, don't go into the sales department'.Tapi pakar Philip Matlick punya pendapat lain, 'Kepiawaian menjual', ujarnya, 'ditentukan oleh kemampuan untuk mendengarkan, bukan berbicara'. Berarti orang introvert lebih cocok melakukan pekerjaan menjual.
Ketiga, penulis terkenal Dan Pink menyimpulkan dalam bukunya berdasarkan penelitian yang dilakukannya ditemukan bahwa orang-orang yang sukses dalam penjualan adalah orang-orang ambivert. Suatu tipe kepribadian tengah-tengah antara introvert - ekstrovert. Oleh sebab itu, Pink memberi judul bukunya To Sell Is Human.
Saya sependapat dengan Dan Pink, menjual bisa dilakukan baik oleh orang introvert maupun ekstrovert. Sekarang pertanyaannya kalau kita sebagai orang introvert bertugas atau berprofesi sebagai penjual bagaimana kiat atau strategi kita?
Pakai saja resep dari pakar kepemimpinan Zenger & Folkman yang merujuk pada temuannya dalam buku Extraordinary Leader bahwa seorang pemimpin menjadi luar biasa hebat bukan karena mereka sempurna atau tidak memiliki kelemahan sama sekali, melainkan karena mereka konsisten mengasah & mengandalkan kekuatan alami mereka sehingga memberikan hasil yang luar biasa menutupi kelemahan mereka.
Sebagai orang introvert kita memiliki kelebihan dalam hal mendengarkan, mengajukan pertanyaan & menanggapi, serta menganalisis. Ini semua penting dalam hal penjualan. Sebaliknya kita mungkin merasakan 'stimulasi yang berlebihan' ketika harus melakukan presentasi di depan orang banyak sehingga menjadi gugup & tidak percaya diri.
Oleh sebab itu, strategi yang tepat adalah terus mengasah & mengandalkan kelebihan alami kita, yaitu mendengarkan, mengajukan pertanyaan, dan menganalisis dalam melakukan penjualan. Sebaliknya menghadapi kelemahan melakukan presentasi di depan banyak orang, bila mungkin kita pecah sasaran kita dari kelompok besar menjadi beberapa kelompok kecil atau bahkan mengerucut pada individu-individu yang potensial & menentukan sehingga kita merasa nyaman berbicara dengan mereka. Sekali lagi fokus pada kekuatanlah yang akan memberikan kehebatan, sedangkan mati-matian memperbaiki kelemahan hanya akan menghasilkan prestasi rata-rata saja.
Happy week end:-)
No comments:
Post a Comment