Perbedaan Introvert & Ekstrovert (2)
Sekalipun terdapat perbedaan yang nyata antara orang-orang introvert & ekstrovert akan tetapi perbedaan itu tidak perlu dipertentangkan. Dalam arti kata seolah-olah tidak mungkin orang introvert & ekstrovert bekerjasama dalam 1 tim.
Karena sekalipun terdapat perbedaan antara orang introvert & ekstrovert, perbedaan itu justeru bisa saling melengkapi. Ambil contoh sifat orang introvert yang lebih senang mendengarkan, sebaliknya orang ekstrovert sangat pandai berbicara. Orang ekstrovert selalu punya bahan untuk memulai & mengembangkan pembicaraan.
Di sinilah sifat saling melengkapi itu tercipta. Saat orang ekstrovert asik bicara, orang introvert akan dengan penuh perhatian mendengarkan. Selain itu kelebihan lain orang introvert adalah dalam memberikan pertanyaan yang kritis & tanggapan berwawasan sehingga menjadikan percakapan yang terjadi antara orang introvert - ekstrovert merupakan percakapan yang berbobot atau deep conversation.
Demikian juga dalam hal berpikir & bertindak. Orang introvert cenderung sangat berhati-hati, penuh pertimbangan sebelum mengambil keputusan atau bertindak. Sebaliknya orang ekstrovert adalah tipe pemutus yang cepat serta pengambil risiko yang berani. Tapi sekali lagi betapa pentingnya untuk memadukan sifat-sifat orang-orang introvert & ekstrovert ini dalam hal ini.
Sebagaimana dikisahkan oleh Susan Cain dalam bukunya yang terkenal Quiet. Ceritanya menjelang krisis keuangan subprime mortgage di AS, 2010, seorang investor kawakan & introvert Warren Buffet ditanya pendapatnya perihal peluang investasi saat itu. Namun berbeda dengan para investor lain, yang merasa optimistis terhadap prospek investasi waktu itu, Buffett justeru menasihati para investor untuk berhati-hati & berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Sayangnya nasihat Buffet ini tidak didengarlan, bahkan ada yang menganggap Buffet kali ini berpikir lamban dalam mengantisipasi prospek investasi di AS. Tapi sejarah membuktikan justeru Buffet salah satu investor yang selamat dari bencana krisis keuangan 2010.
No comments:
Post a Comment