Introvert's Way of Selling (2)
The Right Mindset (1)
Dasar penjualan yang benar menurut saya ditentukan oleh cara pandang atau mindset yang benar mengenai profesi atau aktivitas menjual itu sendiri. Dalam hal ini saya setuju dengan nasihat Jerry Acuff (Start Thinking Like A Buyer) supaya kita mendudukkan diri kita sebagai calon pembeli saat melakukan penjualan.Jadi pertama-tama jangan fokus pada diri kita sebagai penjual, melainkan fokuslah pada pembeli. Jangan lakukan penjualan semata-mata dengan pikiran:
(1) Bagaimana saya bisa melakukan penjualan ini segera?
(2) Bagaimana caranya saya bisa mencapai target penjualan minggu atau bulan ini?
(3) Bagaimana caranya mendapatkan order dari pembeli sekarang?
Itu semua adalah pertanyaan nomor 2. Pertanyaan nomor 1 adalah: Apa kebutuhan atau keinginan calon pembeli kita dan bagaimana kita bisa membantu memenuhi kebutuhan atau keinginan tersebut melalui produk atau jasa yang kita tawarkan?
Bagaimana kalau ternyata produk atau jasa milik perusahaan kita belum atau tidak bisa memenuhi kebutuhan atau keinginan calon pembeli kita? Pertama, ajukan usulan dengan disertai pertimbangan atau analisis yang memadai ke perusahaan supaya melakukan perubahan atau penyesuaian atas produk atau jasa kita. Kedua, kalau hal itu tetap tidak bisa dilakukan, maka sampaikan ucapan 'maaf & terimakasih' dengan tulus kepada calon pembeli kita.
Maaf, karena kita belum bisa membantu calon pembeli kita memenuhi kebutuhannya atau menemukan solusi melalui produk kita. Terimakasih, karena sudah diberi kesempatan untuk menjalin hubungan sebagai calon penjual - pembeli. Harapannya adalah di lain waktu & kesempatan kita benar-benar bisa menjalin hubungan penjual - pembeli atas dasar prinsip saling membantu, saling menguntungkan.
Dengan berkata jujur bahwa kita belum bisa membantu calon pembeli & dengan demikian tidak berhasil melakukan 'closing', memang kita kehilangan kesempatan untuk melakukan penjualan saat itu. Tapi hal ini akan menimbulkan simpati & menumbuhkan kepercayaan sebagai dasar terciptanya hubungan jangka panjang antara penjual dan pembeli. Sebaliknya kalau kita ngotot untuk memaksakan terjadinya penjualan padahal jelas-jelas produk yang kita tawarkan tidak memenuhi kebutuhan pembeli, maka hal ini justru akan menimbulkan perasaan antipati dari calon pembeli.
Jadi dengarkan baik-baik, ketika pembeli mengatakan 'tidak' atas presentasi penjualan kita. Jangan bersikukuh untuk maju terus semata-mata karena ungkapan yang sangat terkenal dalam ranah penjualan atau motivasi bahwa kata 'yes' akan kita dapatkan setelah kita mendengar 8 atau 9 'no'. Barangkali calon pembeli malah akan kapok berinteraksi dengan kita karena menganggap kita tidak sensitif, egois, dan hanya fokus pada kepentingan kita. Bila memang penawaran kita tidak sesuai harapan calon pembeli, jujur & tulus sampaikan ucapan 'maaf & terimakasih', titik.
No comments:
Post a Comment