Orang Introvert Bertanya (1)
Manfaat Bertanya
Blog berikut akan membahas tentang seni mengajukan pertanyaan. Saya pakai kata "seni" karena menurut pengalaman dan pendapat pribadi saya mengajukan pertanyaan itu ada hal-hal yang harus kita turuti dan hal tersebut bisa dijabarkan secara sistematis agar lebih mudah dipelajari.
Akan tetapi setiap pertanyaan akan berbeda tergantung situasi atau konteksnya. Di snilah unsur "seni" hadir dalam mengajukan pertanyaan.
Sebagai pendahuluan, dapat saya katakan mengajukan pertanyaan ternyata tidak bisa dikatakan mudah bagi tiap orang. Setidak-tidaknya ini saya amati dalam setiap acara atau sesi rapat, diskusi, talk-show, atau pelatihan; saat pemandu atau pembawa acara, presenter atau pengajar menawarkan sesi tanya-jawab; maka sering kali tawaran ini harus disampaikan berulang-ulang baru ada respon. Selanjutnya yang bertanya pun akan bisa dihitung dengan jari. Dan kalau diperhatikan, audiens yang duduk di baris depan setelah tahu ada tawaran sesi tanya-jawab, tiba-tiba jadi 'sibuk' mencatat atau membaca bahan rapat/diskusi yang ada di mejanya masing-masing.
Ini kita baru bicara kuantitas, belum menyentuh soal kualitas pertanyaan. Sehingga sering saya betanya pada diri sendiri: Mengapa mengajukan pertanyaan menjadi hal yang sulit? Kemudian saya mencoba menjawab pertanyaan ini dengan menguraikan manfaat apa saja yan didapat dari bertanya. Harapannya adalah dengan mengetahui manfaatnya akan memotivasi kta untuk bertanya.
Oleh sebab itu, dalam serial Introvert's Way of Asking Questions bagian yang pertama ini kita akan mendiskusikan manfaat bertanya.
- Bertanya ke pembicara atau pemimpin rapat menurut saya adalah cara untuk mendapatkan jawaban atas hal-hal yang belum kita ketahui, atau untuk bertukar pikiran bila saja kita punya pendapat yang berbeda. Bertanya ke nara sumber yang tepat menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui hal yang belum sepenuhnya jelas bagi kita. Kesalahan yang umum terjadi ketika kita enggan bertanya adalah dengan 'mengasumsikan' bahwa jawaban yang kita cari adalah seperti yang kita bayangkan.
- Bertanya menurut saya juga menunjukkan bahwa kita menyimak, memperhatikan apa yang disampaikan oleh pemimpin rapat, pembicara, atau pengajar. Mustahil kita bisa mengajukan pertanyaan yang relevan kalau kita tidak memperhatikan dan menyimak dengan seksama apa yang disampaikan oleh pembicara, pengajar, atau lawan bicara kita.
- Terkait dengan manfaat bertanya yang kedua tersebut, bertanya juga menunjukkan penghargaan, penghormatan, atau apresiasi kita terhadap lawan bicara, pembicara, atau pengajar. Bagi mereka kalau ada audiens yang antusias bertanya akan menambah semangat, mungkin seperti audiens yang memberikan aplaus kepada seorang penyanyi. Sebaliknya bila sudah beberapa kali menawarkan sesi pertanyaan dan ternyata hal ini tidak ditanggapi, maka sebagai pembicara kita akan merasa bersalah atau frustasi: Apakah cara kita membawakan materi tidak menarik? Atau konsentrasi audiens sudah tidak pada acara ini?
- Bertanya juga akan 'melatih' seorang nara sumber atau pembicara untuk benar-benar memahami apa yang disampaikannya dan bisa menjelaskan kepada penanya denga cara yang mudah dipahami.
No comments:
Post a Comment