Saturday, June 13, 2015

Orang Introvert Menjual (17)

Masa Depan Profesi Penjualan Menghadapi Datangnya Era Robot

 

Para periset di Universitas Oxford baru-baru ini mengumumkan hasil penelitian mereka mengenai dampak datangnya era robot terhadap berbagai profesi pekerjaan yang ada saat ini. Sebelumnya juga harian Kompas online mewartakan kalau sebuah hotel di Jepang telah mempekerjakan 8 robot sebagai resepsionis dari 10 resepsionis yang ada. Robot resepsionis ini ternyata cukup tangkas menjalankan pekerjaannya mulai dari menyambut tamu, mengucapkan salam dalam beberapa bahasa, dan mengantarkan tamu ke kamar pesanannya.

Kembali pada penelitian Universitas Oxford yang meneliti & memilah-milah 702 jenis pekerjaan yang ada saat ini berdasarkan unsur-unsur mulai dari peran kreativitas maupun keterampilan tangan yang diperlukan dalam pekerjaan tersebut. Hasilnya adalah (Adele Peters, "This Calculation Will Tell You If A Robot Is Coming For Your Job," Fast Company, 12/6/15):

1. Jenis pekerjaan yang paling besar peluangnya untuk digantikan oleh robot adalah pekerjaan yang sifatnya tetap, berulang, sepenuhnya berdasarkan urutan dalam suatu script. Peluang jenis pekerjaan ini untuk digantikan oleh robot atau piranti lunak adalah 98%.

2. Jenis pekerjaan kantoran juga tidak akan luput dari kemungkinan tergantikan oleh robot. Khususnya pekerjaan yang sifatnya administratif, prosedural, tidak memerlukan negosiasi. Besarnya peluang jenis pekerjaan ini akan digantikan oleh robot adalah 58%.

3. Jenis pekerjaan yang paling kecil kemungkinannya untuk digantikan oleh robot adalah pekerjaan yang mengandalkan interpersonal skill, bersifal konsultatif, dan mengandalkan kreativitas. Peluang jenis pekerjaan ini tergantikan oleh robot adalah 0,3%.

Kembali ke topik kita, bagaimana dengan profesi penjualan? Menurut penelitian tersebut pekerjaan telemarketing di beberapa negara maju sudah sirna digantikan oleh program piranti lunak yang bisa berinteraksi dengan prospek. Tiba saatnya kita mengantisipasi era datangnya robot ini, pemerintah dan masyarakat punya tanggung jawab yang sama.

Pemerintah harus mengevaluasi kurikulum pendidikan tinggi yang ada saat ini, jangan sampai program studi yang ada masih menghasilkan lulusan yang  semuanya kelak akan bekerja di sektor pekerjaan yang peluangnya paling besar digantikan oleh robot.

Sebaliknya kita sebagai warga masyarakat perlu melakukan up-grading & up-skilling agar dalam menjalani profesi penjualan ini benar-benar mengandalkan keterampilan pendekatan antarpribadi, bersifat konsultatif, negosiasi yang bersifat menang-menang, & ada unsur kreatifivitas.

Orang-orang introvert sudah memiliki modal dasar untuk menghadapi hal ini karena sifat mereka yang cenderung mendengarkan, mampu mengajukan pertanyaan atau tanggapan yang kritis, lebih menyukai hubungan yang bersifat personal, & memiliki kemampuan empati yang akan membantu melakukan negosiasi menang-menang. Tapi sebagaimana setiap keterampilan, hal ini harus terus diasah & dijadikan kebiasaan. Hindarkan penjualan yang sepenuhnya mendasarkan diri pada script dan sepenuhnya terfokus pada bagaimana mencapai target kita.

Happy Sunmor:-)



No comments:

Post a Comment