Orang Introvert Menjual (18)
Menjual dengan Mengandalkan Kekuatan Seorang Introvert (1): Mendengarkan
Dalam bukunya Quiet Impact, Sylvia Loehken mengidentifikasi ada 10 kekuatan alami seorang introvert mulai dari bersikap hati-hati sampai dengan berempati. Kita akan kupas satu per satu kekuatan tersebut dalam tulisan bersambung berikut ini dan mengaitkannya dengan penjualan. Bagaimana seorang introvert bisa menggunakan kekuatan alaminnya untuk melakukan penjualan.
Kita mulai dengan kekuatan alami yang pertama (tidak sesuai dengan urutan dalam buku Quiet Impact), yaitu mendengarkan. Merujuk pada buku Ziglar on Selling, bab Sell by Design Not by Chance, disebutkan bahwa keberhasilan kita dalam menjual akan dimulai dari kemampuan mengungkapkkan kebutuhan atau keinginan calon pembeli. Dan salah satu cara adalah dengan melakukan wawancara kepada calon pembeli, mengajukan pertanyaan yang terarah kemudian mendengarkan dengan sungguh-sungguh setiap jawaban yang diberikan calon pembeli, serta menangkap maknanya yang barangkali tidak semua tersurat tapi tesirat di balik jawaban tersebut.
Sebagai contoh saya pernah mengunjungi stan pameran ponsel, kemudiaan seorang pramuniaga mendekati saya, dan langsung mengatakan kalau deretan ponsel yang saya lihat adalah model terlaris yang banyak dicari para pembeli. Waktu itu saya mengajukan pertanyaan, 'Apakah model ini sudah memiliki koneksi 4G?' Pramuniaga ttersebut langsung menjawab dengan singkat tanpa penjelaasan apa pun, 'O, belum.' Ya, titik.
Padahal, kalau saja dia memiliki 'kemampuan' mendengarkan sampai pada hal yang tersirat tentu dia bisa menangkap kebutuhan atau paling tidak minat di balik pertanyaan tersebut. Di sinilah pentingnya kemampuan mendengarkan dalam penjualan yang saya maksud. Dan sebagai seorang introvert kita sudah memilikinya secara alami tinggal bagaimana kita terus melatih anugerah Ilahi yang tidak ternilai ini.
Tidak sulit untuk bisa mendengarkan dengan baik. Pertama, tentu kita sepenuhnya harus konsentrasi (kekuatan lain dari seorang introvert--pen) memperhatikan jawaban yang diberikan calon pembeli. Kedua, agar bisa sepenuhnya konsentrasi kita harus mengesampingakan aktivitas lainnya yang sering disebut multi-tasking, sambil menmbaca sms, misalnya. Oleh sebab itu, ketiga, hilangkan semua kemungkinan gangguan yang ada, misalnnya dengan menonaktifkan atau pasang mode silent pada ponsel kita saat bertemu dengan calon pembeli.
Keempat, hilangkan semua asumsi atau prasangka terhadap calon pembeli. Karena asumsi atau prasangka ini akan membuat kita tidak sabar mendengarkan tuntasnya jawaban calon pembeli dan cenderung untuk memotong penjelasan atau jawaban calon pembeli. Oleh sebab itu kelima, kalau ada sedikit pun hal yang tidak jelas kita dengar atau kita tangkap maksudnya, juga jangan menduga-duga maksudnya, harus kita tanyakan secara langsung ke calon pembeli. Terakhir keenam, seperti contoh di atas, temukan yang tersirat di balik kata-kata, ekspresi wajah, atau bahasa tubuh calon pembeli kita pada saat menjawab atau berbicara dengan kita.
Sekali lagi mari kita syukuri salah satu kekuatan alami seorang introvert ini yaitu mendengarkan dengan cara senantiasa melatih melakukannya dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya saat bertemu calon pembeli saja. Karena ternyata kemampuan mendengarkan ini juga bisa menciptakan kerukunan dan kebahagiaan perkawinan bagi seorang aktris ternama Hollywood. Adalah Meryl Streep (65) yang mengungkapkan rahasia sukses perkawinannya yang sudah berlangsung selama 36 tahun sehingga mereka sering dijuluki sebagai 'pasangan yang sempurna', antara lain karena kemampuan mendengarkan dari suaminya (Sunday Star, 21/6/15).
Don Gummer, suami Meryl Streep adalah seorang seniman, pendiam, dan introvert. Sedangkan Streep adalah seorang ekstrovert yang overactive dan banyak ngomongnya. Tapi menurut Streep, suaminya selalu dengan sabar mendengarkan 'ocehan'-nya dan menerima keadaannya sebagaimana adanya, (berempati adalah kekuatan lain seorang introvert--pen). Inilah antara lain yang mendasari kehidupan perkawinan mereka mampu bertahan selama 36 tahun, so sweet...
No comments:
Post a Comment